Trending Topik Indonesia

Portal Trending Topik Indonesia

Sunday, October 8, 2017

Jejak Digital Kebohongan Dwi Hartanto si Kandidat Doktor "Berprestasi" di Program Mata Najwa Metro TV

Jejak Digital Kebohongan Dwi Hartanto si Kandidat Doktor "Berprestasi" di Program Mata Najwa Metro TV.
Sudah pada tau tentang kebohongan #DwiHartanto? Thread
Dimulai dari kesalahan fatal wartawan detik, Eddi Santosa, yg menulis berita tanpa kros-referensi di: detik.id/6od5me #DwiHartanto
Diberitakan bahwa #DwiHartanto, kandidat doktor TU Delft, memimpin tim peluncuran roket TARAv7s, sebuah proyek kementrian pertahanan Belanda
Ditulis juga bahwa #DwiHartanto diminta oleh pemerintah Belanda untuk berganti passport, namun DH mengaku menolak tawaran tersebut
Isi pemberitaan tersebut menggiring opini bahwa ada putra bangsa sedang menempuh pendidikan doktoral di Belanda yg berprestasi #DwiHartanto
Dimulai dari jurnalistik Eddi Santosa yg ngawur tsb, berita ini tersebar ke berbagai media online lainnya spt tempo.co, dll
Bahkan kabar bohong yg dikarang sendiri oleh #DwiHartanto dan difasilitasi oleh Eddi Santosa ini masuk ke media tv, yi di Metro TV
Pada November 2016, @NajwaShihab dlm program Mata Najwa, #DwiHartanto diwawancarai lgsg dr Belanda metrotvn.ws/ObzBWWgb
Dlm program MetroTV bertajuk "Menjemput Impian", Agustus 2017, nama #DwiHartanto dibahas pd wwncr dgn BJ Habibie tsb.
Begitu banyak klaim yang diberikan oleh #DwiHartanto dari semua pemberitaan media, beberapa diantaranya adalah keterlibatannya dalam pembuatan roket militer Belanda, bahwa ybs memenangkan lomba internasional dan mendapat cek dalam Euro, lulusan S1 Tokyo Institute of..
technology Jepang, berusia 28 tahun di tahun 2016, ahli dalam bidang kedirgantaraan, mengantongi 3 jenis paten, menempuh post doctoral dsb. Oleh karena semua klaim ini, Dwi Hartanto mendapat penghargaan dari KBRI Den Haag pd perayaan 17 Agustus 17 goo.gl/WBaVdi
#DwiHartanto juga mendapat kehormatan untuk diundang pada acara Visiting World Class Professor 2016 di Jakarta goo.gl/EjoHGo
Jadi apakah semua klaim ini benar? Bagaimana proses terungkapnya kebohongan ini? Siapa saja yang ikut terlibat? #DwiHartanto
#DwiHartanto pada tahun 2007 memulai pendidikan master (S2) nya di TU Delft, Delft, Belanda, kemudian melanjutkan S3 di kampus yang sama.     
Kebohongan pertama dimulai dari roket TARAv7s. Kabar berhembus bahwa hoax ini dia ciptakan sekedar untuk memikat hati seorang wanita.
Namun kebohongannya meluas dan #DwiHartanto menikmati eforia pemberitaan yang beredar ttg dirinya. Mulailah dia menciptakan lebih banyak..
kebohongan. Rekan-rekan sesama mahasiswa Indonesia di Delft mulai berusaha mengklarifikasi dan menegur #DwiHartanto, namun tak dihiraukan.
Pendekatan oleh teman2nya dilakukan secara personal. Namun Dwi Hartanto tidak bergeming dan tetap melanjutkan kebohongannya tnp klarifikasi.
Oleh karenanya, mereka melakukan investigasi internal dengan mengumpulkan bukti dan fakta yang membantah semua klaim dari #DwiHartanto.
Awalnya dokumentasi bukti ini disimpan hanya untuk kalangan mereka saja, namun kebohongan DH dinilai sudah mulai meresahkan dan berpotensi merugikan instansi-instansi negara. Oleh karenanya, pada awal September 2017, dipicu oleh postingan salah satu alumni di group PPI Delft, pemberitaan tentang kebohongan #DwiHartanto memanas. Banyak alumni yang mendesak klarifikasi oleh Dwi Hartanto.Tidak satupun komentar ditanggapi dan tak sekalipun #DwiHartanto angkat bicara. Bbrp hari stlhnya, DH kemudian menonaktifkan Facebooknya.
Bertepatan dgn memanasnya diskusi mengenai #DwiHartanto, di tanggal 13 September 17 tsb, DH dijadwalkan menyelenggarakan sidang doktoralnya. Dilema terjadi di mahasiswa dan alumni yang tergabung dalam FB closed group PPI Delft. Tekanann klarifikasi menguat, namun bbrp merasa  masalah ini perlu mereda dan ditunda minimal hingga sesudah sidang utk menciptakan suasana kondusif bagi #DwiHartanto menjelang sidang. Sementara dalam pembahasan di grup PPI Delft tsb, beberapa alumni mengangkat pendapat bahwa sidang doktoral #DwiHartanto harus ditunda atau dibatalkan sampai ada klarifikasi dari #DwiHartanto. Beberapa alumni mengaku akan mendatangi sidang doktoral terbuka tsb.
Pada tanggal 7 Okt 2017, pada akhirnya #DwiHartanto mengeluarkan surat klarifikasi yg meluruskan semua klaim yg dibuat sebelumnya  
inilah Klarifikasi dari Dwi Hartanto yang sudah tersebar luas.







No comments:

Post a Comment